Nov 02 2008
Mencari Jati Diri Orang Indonesia
Sedikit review tentang Forum Dialog Kebangsaan yang diadakan di kampus kesayangan saya di Stikomp Surabaya pada tanggal 30 oktober 2008 kemarin. Sebenarnya agak sedikit terlambat untuk mempostingkannya, akan tetapi sangat menarik sekali untuk kita simak.
Dialog yang diadakan mulai pukul 08.00-12.00 ini bertempat di gedung serbaguna Stikomp Surabaya dan dihadiri oleh banyak kalangan baik mahasiswa maupun masyarakat umum. Sebagai pembicara utamanya adalah Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KH. Salahudin Wahid a.k.a Gus Sholah.
Acara ini diadakan guna untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda. Yang mengangkat tema yang sangat menarik yaitu Setiap Propinsi Wajib Dijaga Sebagai Zona Damai Nasional dalam Masyarakat Pluralisme dan Multikulturalisme.
Dibawah ini adalah sedikit rangkuman saya tentang acara tersebut, mari kita simak dengan seksama.
Keadaan para pemuda kita akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyak terjadinya tawuran atau bentrokan antar mahasiswa yang terjadi di banyak kota di Indonesia. Apakah para pemuda kita sudah kehilangan jati dirinya?
Hal tersebut sangat berbeda sekali apabila kita menengok kembali ke belakang pada masa dimana telah terjadi suatu rasa persaudaraan yang sangat erat antara para pemuda Indonesia yang ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Apakah hal itu timbul karena para pemuda indonesia mempunyai 1 musuh yaitu kolonialis sehingga lebih mudah untuk mempererat rasa kebangsaan diantara mereka? jawabannya saya tidak tahu, yang jelas dengan lahirnya sumpah pemuda tersebut merupakan suatu bentuk reaktualisasi konsep kebangsaan yang didasari semangat persatuan dan kesatuan tanpa membedakan etnis, ras, bangsa dan agama.
Mengutip dari perkataan Sri Sultan bahwa jauh sekali sebelum Republik Indonesia ada telah diproses suatu kultur pemahaman etnik yaitu percaya pada pada Tuhan yang satu yang tercermin dalam bentuk adat istiadat. Dan pada waktu masuk ke Nusantara adat itu telah tumbuh mengakar dalam masyarakat dan diwujudkan dengan saling bantu membantu antar etnis beragama. Sehingga terciptalah suatu ungkapan yang bernama Bhineka Tunggal Ika.
Kemudian masuk pada jaman reformasi malah terjadi suatu kerenggangan yang disebabkan oleh pemerintah yang tidak bisa memaintenance perbedaan-perbedaan tersebut. Padahal leluhur dulu telah melestarikan multikultur dan pluralisme yang ada dalam masyarakat pada waktu itu. Sebenarnya pada setiap umat ada roh multikultur dan tugas pemerintahlah yang harus memperkuat pondasi yang sudah diletakkan oleh para pendahulu kita. Bukannya malah menghancurkannya.
Sri Sultan Juga mengutarakan keprihatinannya kepada para tokoh-tokoh agama yang sangat heroik yang selalu berbicara bahwa agamanya sendirilah yang paling bersih dan benar sedangkan yang lain tidak. Pada waktu bicara tidak pernah atau jarang yang mau menyitir tentang ayat-ayat untuk menghargai orang lain. Padahal dengan bicara seperti itu mereka tidak meberikan sumbangsih apapun terhadap Bhineka Tunggal Ika dan malah memperlebar jurang pemisah antar etnis beragama.
Tugas kita sebagai bangsa yang dikaruniai perbedaan yang bermacam-macam tidak hanya mengakui perbedaan tersebut akan tetapi juga saling menghargai antar entnis yang lain. Untuk mendukung hal tersebut Sri Sultan berencana akan membentuk suatu lembaga yang bernama Multiculture Center yang digunakan sebagai sarana bagi pemuda untuk belajar perbedaan dan sebagai pondasinya adalah Sumpah Pemuda.
Alangkah damai dan sejahteralah negeri ini apabila kita baik pemerintah maupun masyarakat mau dan mampu untuk berjuang demi kejayaan Indonesia. Dan tanpa membeda-bedakan perbedaan antara kita. Mari kita berjabat tangan dan melangkah maju untuk masa depan yang lebih baik.
Cukup sekian dulu rangkuman saya, mungkin masih kurang lengkap dan kurang di sana sini akan tetapi mungkin ini bisa mewakili isi dari seminar tersebut. So, jika ada yang kurang berkenan atau ada yang merasa tesinggung saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Akhirulkalam Wassalamualaikum wr wb.
Nb : Foto seminar tersebut akan menyusul






Selamat datang di Blog saya, perkenalkan nama saya Aping. Saya adalah owner Blog ini. Silahkan baca-baca dan jangan lupa komentar ya jeh! 

